Sabtu, 10 Februari 2018

Hadits ke.2


Bismillah

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ  أَخْرَجَهُ الثَّلَاثَةُ  وَصَحَّحَهُ أَحْمَد

Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:"Sesungguhnya (hakekat) air adalah suci dan mensucikan, tak ada sesuatu pun yang menajiskannya."

Dikeluarkan oleh Imam Tiga dan dinilai shahih oleh Ahmad.

Bismillah..

Hadis ini menceritakan tentang sumur Budho'ah, yaitu sumur yang menjadi tempat
pembuangan sampah,bahkan tempat membuang kain-kain bekas mengelap darah haid bahkan bangkai anjing pun di buang di sana pokoe tu sumur tempat benda-benda yg kotor dan najis, Sumur itu terletak di dataran yang rendah. Jadi kalo Ada hujan Airnya jadi banyak sehingga ia tidak tercemar oleh benda-benda kotor tersebut. Para sahabat kemudian bertanya kepada Rosululloh Saw mengenai kedudukan air Budho'ah itu supaya mereka mengetahui hukumnya air sumur Budho'ah itu. Maka Rosululloh Saw menjawab bahwa air itu suci, tidak ada sesuatu pun yang
membuatnya menjadi najis.

Para ulama berselisih pendapat mengenai hukum air apabila bercampur najis,
sedangkan salah satu sifatnya tidak ada yang berubah. Adapun sifat air itu ada 3 (tiga)
1.Bau
2.Rasa
3.warna
(Ini berdasarkan ijma)

Adapun Imam Malik berpendapat bahwa air tersebut suci dan
menyucikan,baik air itu
sedikit ataupun banyak
banyak, kerana berlandaskan kepada hadis ini dan beliau
memutuskan tidak lagi suci apabila air tersebut sudah berubah salah satu sifatnya."
Jadi kalo menurut imam Malik misalnya air se ember ke cipratan air kencing maka air itu tetep suci asalkan tidak berubah salah satu sifat itu air.

Adapun menurut
Mazhab al-Syafi'i, Hanafi dan Hanbali berpendapat bahwa air yg seember itu najis walaupun tidak ada perubahan pada salah satu sifatnya karna najis.
Kenapa sebabnya..!??
Karna mereka membagi air menjadi dua bagian yaitu air sedikit dan air banyak.
Nah setiap air sedikit yang terkena oleh najis Berubah ga berubah tuh salah satu sifatnya maka secara mutlak air itu menjadi najis. Adapun air banyak yang ke jatuhan najis maka ini baru adanya muqoyyad perubahan pada salah satu sifat air,jika air itu tidak terdominasi oleh najis, maka walaupun ada bangakai gajah maka hukum air itu tetap suci.

Adapun air sedikit itu air yg kurang dari dua kullah ukurannya 500 ritel irak Atau kalo mau bikin bak ukuran panjang 60 cm lebar 60 cm tinggi 60cm

Hadis ini bersumber dari Abu Sa'id al-Khudri r.a beliau adlah Sa'ad ibn Malik ibn Sinan al-Khudri. Beliau salah satu sahabat yg turut serta ketika berbaiat kepada Nabi Saw, di bawah pohon dan turut menyertai setiap peperangan sesudah perang Uhud. Beliau termasuk salah seorang ulama dari kalangan sahabat dan meriwayatkan sebanyak 1,170 hadis,
meninggal dunia pada tahun 74 Hijriah dalam usia 86 tahun.

Adapun yg mengeluarkan hadis ini Ats-tsalatsah istilah yg di pakai oleh ibnu hajar Asqolani buat imam Ahmad,Al- Bukhori dan muslim

Wallohu A'lam

Hadits Ke.1


Bismillah

BAB AIR


HADITS KE-1



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْبَحْرِ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ  أَخْرَجَهُ الْأَرْبَعَةُ وَابْنُ أَبِي شَيْبَةَ   وَاللَّفْظُ لَهُ وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَرَوَاهُ مَالِكٌ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda tentang (air) laut. "Laut itu airnya suci dan mensucikan, bangkainya pun halal."

Dikeluarkan oleh Imam Empat dan Ibnu Syaibah. Lafadh hadits menurut riwayat Ibnu Syaibah dan dianggap shohih oleh Ibnu Khuzaimah dan Tirmidzi. Malik, Syafi'i dan Ahmad juga meriwayatkannya.


hadis ini adalh hadis pertama di dlm kitab bulughul marom.
Sesuai dengan kontek hadis ini maka ibnu hajar memasukan hadis ini pada bab thoharoh(bab bersuci) dan ini sudah menjadi sebuah ke umumam bagi para pengarang kitab fikih dimna mereka memulai kitabnya dengan bab thoharoh, karna ini menjadi kunci dari bahsan pada bab-bab ibadah selanjutnya.
Serta menjadi syarat di dalm poko ibadah yakni sholat.

Hadis ini adalah penggalan dari hadis yg lengkap,
Yakni berkenaan dengan jawaban orang yg bertanya kepada nabi Saw tentang hukum berwudu dengn menggunakan air laut
Di karenakan sahabat ini biasa mengunakan jalur laut sementara ia hanya membawa air tawar yg sedikit hanya sebagai kebutuhan untuk minum
Jika ia gunakan untuk wudhu tentu ia akan ke hausan maka ia bertanya tentang hukum berwudhu dengan menggunakan air laut

Yang menarik adalah jawaban nabi saw,beliau tidak menjawab dengan mengatakan "boleh" tetapi beliau memberikan jawaban yg lebih umum serta memberikan faidah hukum yg sebenarnya tidak di tanyakan.
Seandainya beliau mengatakn boleh maka jawaban ini bersipat khusus dan mengandung makna yg sempit.
Karna akan memberikan hukum yang terbatas.

Makanya para ulama mengatakan Hadis ini merupakan salah satu asas bersuci yang mengandungi banyak hukum dan kaedah penting.
Sebagaimna di dalam laut banyak terdapat hewan yang kadang mati, sedangkan hukum bangkai adalh najis.maka melalui hadis ini nabi Saw,
memberitahu kan bahawa hukum bangkai jenis ini berbeda dengan bangkai- bangkai yang selainnya.
Nabi saw menegaskan bahwa bangkai Laut adalh halal agar mereka tidak berprasangka bahawa air laut menjadi najis kerana ada bangkai hewan laut yang mati di dalamnya,bahkan mereka boleh memakannya.
Hadis pun mengandung karunia bagi umat islam coba bayangkan kalo bangkai hewan laut tidak halal tentu kita tidak akan menikmati ikan
Karna pada hakikatnya ikan yg kita goreng adalh bangkai.


Sumber riwayat hadis ini dari Abu Hurairoh r.a, nama asli beliau adalah"Abdurrahman ibn Shokhr al-Yamani al-Dausi.
Ada pelajaran yg bisa kita ambil dari beliau yaitu semangatnya dalam menimba ilmu walaupun sebetulnya beliau ini termasuk orang yang telat masuk islam.
Beliau masuk Islam pada tahun ke-7 Hijriah berarti cuma 3thn beliau menimba ilmu dari nabi Saw,
Namun dalam waktu yg singkat itu para ulama sepakat bahwa beliau adalah termasuk sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis. Di dalam kitab ibanah beliau meriwayatkan hadis sebanyak 5,374 hadis.
Inilah pelajaran yg bisa kita ambil dari Abu Hurairoh r.a, kegigihannya serta tidak ada kata telat dalam menimba ilmu agama.

Beliau meninggal dunia pada tahun 59 Hijriah
dengan usia 78 tahun dan dikebumikan di Madinah.

Hadis ini dj keluarkan oleh 4 imam ahli hadis (الاربعة)
Inilah istilah yg di pakai oleh ibnu hajar rohimahuloh di dalam kitabnya
Dan yg di maksud الاربعة itu Abu Dawud, An-nasai, At-tirmizi, dan Ibn Majah. Dimna hadis ini terdapat di dalam kitab mereka yakni kitab sunan.

Wallohu A'lam