Minggu, 31 Januari 2016

Whashap Kopjah

Ayat yg senada dengan Audio yg di kirim abu Alin

Al Iasro
Man kana yuriidul aa-jilat ajjalna lahu fiha maa nasyoo’u liman nuridu, tsumma ja’alna lahu jahannam yash laaha madzmuman mad-hura (18).
Wa man arodal akhirota wa sa’a laha sa’yaha wa huwa mu’minun, fa ulaa’ika kaana sa’yuhum masy-kuura. (19).

Kullan numiddu haa ulaa’i, wahaa ulaa’i athaa’i robbika, wama kaana athaa’u robbika mah-dzuuro (20).

Siapa yang menginginkan dunia dengan amalnya, Kami berikan kepadanya dari kekayaan dunia bagi siapa Kami kehendaki kebinasaannya, kemudia Kami masukkan ia kedalam neraka jahannam sebagai orang terhina dan terusir jauh dari rahmat Alloh (18).

Dan siapa yang menginginkan akhirat dan berusaha dengan bersungguh-sungguh dan ikhlas, dan disertai iman, maka usaha amal mereka itulah yang terpuji (diterima)

(19). Masing-masing dari dua golongan Kami beri rezki, dan pemberian Tuhanmu tidak terhalang, baik terhadap mukmin, kafir, berbakti maupun lacur (20).

Dari ayat keterangan ini nyatalah bahawa yang beramal kerana Alloh Azza wajalla maka akan diterima sedang yang beramal tidak kerana Alloh Azza wajalla tidak akan diterima yg dia peroleh cuma cape, lelah, habaan man suro

Sebagaimna dinyatakan dalam hadis: Abu Hurairoh berkata bahawa Nabi Muhammad sholla llohu alaihi wasalllam telah bersabda: “Rubba sho’imin laisa lahu hadhdhun min shaumihi illal ju’a wal athsy wa rubba qaai’min laisa lahu hadhdhun min qiyamihi illal-sahar wannashabu. Maksudnya: Adakalanya orang puasa dan tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus, dan ada kalanya orang bangun malam dan tidak mendapat apa-apa dari bangunnya kecuali tidak tidur semata-mata, yakni tidak mendapat pahala dari amalnya.

😝😝😜😄☕

Abdulloh bin Almubarak meriwayatkan dari Abubakar bin Maryam dari Dhomiroh dari Abu Habib berkata: Rosullullkh sholallohu alaihi wasalam bersabda:

“Adakalanya para Malaikat membawa amal seorang hamba dan mereka anggap banyak dan mereka menyanjungnya sehingga sampai kehadrat Alloh,

maka Alloh berfirman kepada mereka: Kamu hanya mencatat amal hambuku, sedang Aku mengawasi isi dan niat hatinya, hambaku ii tidak ikhlas kepadaKu dan amalnya, maka catatlah dalam sijjin, dan ada kalanya membawa naik amal hamba lalu mereka menganggap sedikit dan kecil sehingga sampai kehadapan Alloh,

maka Alloh berfirman kepada para Malaikat: Kamu mencatat amal perbuatan hambaKu dan Aku mengawasi isi hati dan niatnya, orang ini benar-benar ikhlas dalam amal perbuatannya kepadaKu, catatlah amalnya itu dalam illiyin.”

Dengan ini nyatalah bahawa amal yang sedikit dengan ikhlas lebih baik daripada yang banyak jika tidak ikhlas, sebab amal yang diterima oleh Allah Azza wajalla dilipat gandakan pahalanya. Adapun yang tidak ikhlas maka tidak ada pahalanya, bahkan tempatnya dalam neraka jahannam.

Nauzubilla stumma nauzu billah

Sabna nabi sjolallohu alaihi wasalam Apabila hari kiamat kelak maka Alloh azza wajalla akan menghukum diantara semua makhluk dan semua ummat bertekuk lutut, dan pertama yang dipanggil ialah orang yang mengerti al-Quran, dan orang yang mati fisabilillah, dan orang kaya.

Engg.. ing engg... 😀Maka Allah Azza wajallabmenanyakan kepada orang yang pandai al-Quran: Tidakkah Aku telah mengajar kepadamu apa yang Aku turunkan kepada utusanKu?

Jawab orang itu: Benar, ya Tuhanku. lalu kau berbuat apa terhadap apa yang telah engkau ketahui itu?

Jawabnya: Saya telah mempelajarinya diwaktu malam dan mengerjakannya diwaktu siang.

Firman Alloh Azza wajallan: Dusta kau. Lalu malaikat juga berkata: Dusta kau, sebaliknya kau hanya ingin disebut qari, ahli dalam al-Quran, dan sudah disebut yang demikian itu.

Lalu dipanggil orang kaya dan ditanya: Engkau berbuat apa terhadap harta yang Aku berikan kepada kamu?

Jawabnya: Saya telah menggunakan untuk membantu kaum keluarga dan bersedekah.

Dijawab sama Alloh Azza wajalla :Dusta kau. Para malaikat pun berkata: Dusta kau, kau berbuat begitu hanya kerana ingin disebut sebagai seorang dermawan, dan sudah terkenal sedemikian.

Lalu yg ke tiga nih dihadapkan orang yang mati berhijad fisabilillah lalu ditanya:

Kenapa kau terbunuh? Jawabnya: Saya telah berperang untuk menegakkan agamaMu sehingga terbunuh.

Alloh Azza wajalla berfirman: Dusta engkau. Dan malaikat juga berkata: Dusta engkau, kau hanya ingin disebut sebagai seorang pahlawan yang gagah berani dan sudah disebut sedemikian.

Ahirnya yo neroko amalnya di dunia sudah di balas sama alloh azza wajala

Trus kata Rosululloh sholla llohu alaihi wasalam Wahai Abu huarairo ketiga orang itu lah yg pertama x di bakar dlm neraka kemudian Ia membaca Surah Al Hud ayat 15-16

Di sinilah pentingnya keselarasan motipasi n amal agar kita mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat (Amal ibadah yg  bernilai di hadapan Alloh Azza wajalla) 

Cukuplah ayat ini mengingatkan kita Al kahfi 111

وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ     ۙ  حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ   ؕ
Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).
[QS. Al-Bayyinah: Ayat 5]

Surat al kahfinya ayat 110

قُلْ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ  ۚ  فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْالِقَآءَ رَبِّهٖ فَلْيَـعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًـاوَّلَايُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa." Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.
[QS. Al-Kahf: Ayat 110]

Rabu, 27 Januari 2016

Wajib Hidup Dalam Jamaah


                               اَلْجَمَاعَةُ
                          AL JAMA'AH

                   
                     I. TA'RIF JAMA'AH

1. Secara Bahasa
الْجَمَـاعَةُ هِىَ الاِجْتِمَـاعُ وَ ضِدُّهـَا التَّفرُّقُ
Secara bahasa kata Al Jamaah terambil dari kata Al Ijtima' (perkumpulan) lawan kata dari At Tafarruq (perpecahan)
الْجَمَـاعَةُ هِىَ الاِجْتِمَـاع وَ ضِدُّهـَا الفِرْقَـةُ
Secara bahasa kata Al Jamaah terambil dari kata Al Ijtima' (perkumpulan), dan lawan kata dari Al Firqoh (Golongan)

2. Secara Istilah
وَ الْجَمَـاعَةُ طَائِفَةٌ مِنَ النَّـاسِ يَجْمَعُهَـا عَرْضٌ وَاحِدٌ
Al Jamaah  bermakna : Sekelompok Manusia yang berkumpul dalam satu tujuan

3. Secar Syara'
Ma'na syar'an   Al Jama'ah adalah sebagaimana yang diberikan oleh Ahlul ‘Ilmiy, akan tetapi mereka berbeda pendapat dalam memberikan definisi-nya. Sedang maksud definisi yang mereka berikan adalah definisi untuk makna Al-Jama'ah dalam arti Jama'atul-Muslimin, bukan yang lain. Paling tidak ada 5 makna menurut mereka, yaitu :

1.   Jama'ah adalah sawadul a'dhom  (jumlah yang terbesar /  mayoritas) dari kaum muslimin yang terdiri dari  para mujtahid ummat, ulama'-ulama-nya, para ahli syari'ah dan ummat yang mengikuti mereka. Selain mereka yang disebutkan di atas (yang keluar dari jamaah) adalah Ahlul Bid'ah.

2.   Jama'ah adalah jama'ah-nya para aimmah mujtahidin dari ahli fiqh, ahli hadits dan ahli ilmu. Dan barangsiapa yang keluar dari mereka maka ia mati seperti dalam keadaan Jahiliyyah. Karena ulama' adalah hujjah Alloh atas seluruh ummat manusia.

3.   Jama'ah adalah para shahabat radliyallaahu 'anhum saja. Yang maksud dari luzumul-Jama'ah disini adalah meng-iltizami dan mengikuti petunjuk apa saja yang ada pada mereka. Karena merekalah penegak  pilar-pilar Ad-Dien dan mereka mustahil bersepakat dalam kesesatan.

4.  Jama'ah adalah jama'ah orang-orang Islam apabila mereka berkumpul (sepakat) dalam satu masalah, yang wajib bagi yang lain mengikuti mereka.
Dari empat pendapat pertama ini dapat disimpulkan yaitu bahwa makna luzumul Jama'ah adalah : Mengikuti Ahlul Ilmy dalam Al haq dan Sunnah Rosululloh sholallohu 'alaihi wa salam. Makna inilah yang dimaksud dengan jama'ah ahlil Ilmi dan ulama' mujtahidin dari kalangan Ahlus-Sunnah. Merekalah Al Firqoh An Najiyah yang semua orang wajib mengikuti mereka dalam 'aqidah dan manhaj-manhajnya.

5.      Jama'ah adalah Jama'atul Muslimin apabila mereka berkumpul (sepakat) pada satu imam. Maka Rosululah sholallohu 'alaihi wa salam memerintahkan untuk mengiltizami-nya dan melarang dari memecah belah ummat terhadap apa yang mereka sepakati.

Dalil tentang wajibnya dalam jamaah

(1) “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Alloh semua (berjama’ah), dan janganlah kamu berfirqah firqah (bergolong-golongan), dan ingatlah akan ni’mat Alloh atas kamu tatkala kamu
dahulu…..ALAYAH(QS.Ali ‘Imran:103 )
>>>> makna JAMI’AN (SEMUA)
dlm ayat tersebut adalah BERJAMAAH
lihatlah tafsir ibnu kasir: Dia menjelaskan maksud ayat tsb adalah: amarohum BIL JAMAAH wanahahum nganit tafriqoh
kmd shohabat ibn mas’ud dlm tafsir at tobari menjelaskan
JAMI’AN: AL-JAMAAH

(2). Dan siapa saja yang telah membaiat seorang imam lalu ia telah memberikan genggaman tangannya dan buah hatinya, maka hendaklah ia mentaatinya sesuai
dengan kemampuannya ..Alhadist H.R.Muslim

(3). Tidak ada seorangpun yang memisahi jama’ah sejengkal(tidak berjamaah) maka mati dia berarti matinya dalam keadaan jahiliyah (HR Bukhari)

(4). Barang Siapa yang membenci sesuatu dari imamnya maka supaya sabar karena siapapun yang keluar dari keimaman
sejengkal maka mati dia dalam keadaan jahiliyah (HR Bukhary Kitabul fitan)

(5).”……..Barang Siapa Mati dan tidak ada di lehernya Bai’at (belum pernah berbai’at mengangkat Imam) maka Mati Dia Seperti
Matinya Orang Jahiliyah” (HR Muslim Kitabul Imarah)

(6) “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan dan memisahkan diri dari Al-Jama’ah, maka ia mati laksana kematiannya orang Jahiliyah ….Alhadist (HR.Muslim dari Abu
Hurairah, Shohih Muslim dalam Kitabul Imaaroh: II/135, Ahmad, Musnad Imam Ahmad bin Hambal:I/70, Ad-Darimi, Sunan
Ad-Darimi:II/241, Abu Dawud, Sunan Abu Dawud:IV/241. Lafadz Muslim)

(7).Dari Arfajah berkata mendengar aku pada Rosululloh shollallohu alaihi wasalam bersabda: Barang siapa yang datang pada kalian sedangkan perkara kalian telah berkumpul atas seorang laki2(perkara agama sudah diatur oleh seorang imam),orang yang baru datang tersebut menghendaki untuk memecah perkumpulan kalian atau dengan kata lain menghendaki memcah jamah
kalian maka bunuhlah orang
tersebut.(HR Muslim Kitabul Imaroh)

(8) “Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena tiga hal; orang yang telah kawin yang berzina, dan orang yang
meninggalkan agamanya yaitu orang yang memisahkan diri dari Jama’ah.” (HR.Muslim dari Abdulloh, Shohih Muslim dalam Kitabul Qosamah wal muharibin:
II/40, Ahmad, Musnad Ahmad: I/382, Abu Daud, Sunan Abu Daud: IV/126, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah: II/847, An-Nasai
Sunan An-Nasa’i: VII/90, At- Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi:IV/12 dan Ad-Darimi Sunan Ad-
Darimi:II/218. Lafadz Muslim

Jadi Berimam, berbai’at, berthoa’at, berjamaah itu satu paket, satu kesatuan, tidak Bisa Hanya Beramir dan Berthoat Saja
tanpa Berbai’at, tidak Bisa Berbai’at saja tanpa beramir dan berthoat, tidak Bisa berjamaah tanpa Beramir, berbai’at, berthoat dan tidak bisa beramir, berabai’at
tanpa Berthoat (lihat dalil-dalil
diatas)

Qolbun Salim(hati yg selamat)

Subhanalloh Wasytaghfirulloh wala haulaa walaquwwata ilabillah
Yaa muqollibal qulub stabbit qulubana alaa dinik

Wahai sang pembolak balik hati tetapkan lah hati kami dalam agammu

Semoga kita termasuk orang orang yg qolbun saliim karna orang yg akan berjumpa dengan alloh adalah bukan orang yg banyak ilmunya, Bukan orang yg banyak ibadahnya banyak amalnya
Tp orang yg akan berjumpa dengan alloh azza wajalla serta meraih surganya alloh adalah orang yg qolbun saliim

Yauma laa yanfau malun wala banuun illa man atalloha BIQOLBIN SALIM

Asy syuaro 29

Banyak ilmu tp membuat dia sombong ujub takabur dengan ilmunya maka ilmunya akan menjadi bumerang kelak di yaumul hisab

Banyak amal, riya iri hasad dengki maka amalnya tidak menyelamatkan dari azab alloh

ketahuilah bahwa dalam jasad itu ada sekerat darah, yang apabila ia baik maka baik pula seluruh jasadnya. Dan apabila ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa sekerat darah tersebut adalah hati. (HR. Bukhari Muslim)

Hati Inilah yg akan mendominasi ilmu dan amal seseorang.
Manfaat dan tidaknya ilmu, Baik buruknya amal,"itu tergantung baik buruknya hati orang itu

Ada sebuah riwayat suatu ketika rosululloh
berkumpul dengan para Shahabatnya, Dia pun berucap,
Sebentar lagi kalian akan melihat seorang pemuda ahli surga.
Tak lama kemudian, datanglah seorang pemuda yang sederhana.
Pakaiannya sederhana, penampilannya sederhana, wajahnya masih basah dengan air wudhu.
Di tangan kirinya menenteng sandalnya yang sederhana pula.

Di kesempatan lain rosululloh berucap hal yg sama
Dan pemuda sederhana itu datang lagi, dengan kondisi yang masih tetap sama, sederhana.
Para Shahabat yang berkumpul pun terheran-heran, siapa dengan pemuda sederhana itu?


Bahkan sampai ketiga kalinya Rasululloh mengatakan hal yang serupa.
Bahwa pemuda sederhana itu adalah seorang ahli surga

Setelah itu Rosululloh bangkit dari tempat duduknya rupanya sahabat Abdulloh bin Amr bin Ash penasaran lalu iapun mengikuti pria tersebut, lalu ia berkata kepada pria tersebut, Aku sedang punya masalah dengan orang tuaku, aku berjanji tidak akan pulang ke rumah selama tiga hari. Jika engkau mengijinkan, maka aku akan menginap di rumahmu untuk memenuhi sumpahku itu. '

Dia menjawab, 'Silahkan!'

Anas berkata bahwa Amr bin Ash setelah menginap tiga hari tiga malam di rumah pria tersebut tidak pernah mendapatinya sedang qiyamul lail, hanya saja tiap kali terjaga dari tidurnya ia membaca dzikir dan takbir hingga menjelang subuh. Kemudian mengambil air wudhu.

Bahkan dalam riwayat yg lain tidak terlihat shaum tidak pula sholat sunnah duha bacaannyapun tidak fasih pokonya ga ada yg istimewa lah

Kemudian kata amr bin ash ia mengatakan, 'Saya tidak mendengar ia berbicara, kecuali yang baik.'

Setelah menginap tiga malam, saat hampir saja Amr menganggap remeh amalnya, ia berkata, 'Wahai hamba Alloh, sesungguhnya aku tidak sedang bermasalah dengan orang tuaku, hanya saja aku mendengar Rosululloh selama tiga hari berturut-turut di dalam satu majelis beliau bersabda,' Akan lewat di hadapan kalian seorang pria penghuni Surga. ' Selesai beliau bersabda, ternyata yang muncul tiga kali berturut-turut adalah engkau.

Terang saja saya ingin menginap di rumahmu ini, untuk mengetahui praktek apa yang engkau lakukan, sehingga aku dapat mengikuti amalanmu. Sejujurnya aku tidak melihatmu mengerjakan amalan yang berpahala besar. Sebenarnya praktek apakah yang engkau kerjakan sehingga Rosululloh berkata demikian? '

Kemudian pria Anshar itu menjawab, 'Sebagaimana yg kamu lihat, aku tidak mengerjakan amalan apa-apa, hanya saja aku tidak pernah memiliki rasa iri kepada sesama muslim atau hasad terhadap kenikmatan yang diberikan Alloh kepadanya.'

Abdulloh bin Amr berkata, 'Rupanya itulah yg menyebabkan kamu mencapai derajat itu, sebuah praktek yang kami tidak mampu melakukannya

Mudh mudahan bermanfaat dan membuat sebuah pelajran serta perobahan bagi kita Aamiin yaa robbal aalamiin